Politik Lokal yang Mirip Sinetron: Antara Om Zein dan Abang Ijo
Politik lokal di Purwakarta kini makin mirip sinetron, dengan tokoh utama yang bersinar dan tokoh pendamping yang entah ke mana rimbanya. Bupati Om Zein menjadi sorotan dengan gaya blusukannya yang mirip-mirip presiden, sementara Wakil Bupati Abang Ijo justru seperti tokoh figuran yang salah masuk scene.
Om Zein: Bupati yang Ngacir
Om Zein memang beda. Gaya blusukannya mirip-mirip presiden, tangannya selalu sibuk salaman, mulutnya tak berhenti menyapa warga, dan kakinya seolah tak kenal lelah menginjak tanah-tanah desa. Proyek diawasi, warga dirangkul, media diramaikan. Beliau tak hanya jadi bupati di kantor, tapi juga di sawah, di pasar, bahkan di tenda hajatan.
Abang Ijo: Wakil Bupati yang Menghilang
Sementara itu, Wakil Bupati Abang Ijo justru seperti menghilang. Dulu dielu-elukan, disanjung sebagai sosok dari kalangan bawah yang paham penderitaan rakyat. Tapi sekarang, namanya mulai sayup, wajahnya jarang nongol, dan keberadaannya jadi misteri. Warga di basis-basis pendukungnya pun mulai kecewa.
Kritik dari Masyarakat
Masyarakat mulai mempertanyakan keberadaan Abang Ijo. “Jangan-jangan Abang Ijo lagi sibuk cari sinyal?” celetuk seorang warga di daerah selatan Purwakarta. Dalam sistem pemerintahan daerah, bupati dan wakil itu ibarat duet vokal. Kalau satu nyanyi keras, yang lain jangan malah bisik-bisik.
Pesan untuk Pemimpin
Politik itu dinamis, dan rakyat punya memori pendek. Hari ini dielu-elukan, besok bisa dilupakan. Jangan tunggu sampai semua relawan move on dan masyarakat bikin meme baru. Om Zein boleh ngacir, asal bawa kemajuan. Tapi kalau Abang Ijo terus ngilang, jangan salahkan kalau rakyat mulai pasang baliho bertuliskan: “Dicari: Wakil Bupati Purwakarta, terakhir terlihat saat kampanye.”

