Saung Peradaban Maung Bodas: Dari Saung Sederhana, Tumbuh Kepedulian untuk Warga
JERnews – Tidak semua persoalan masyarakat selesai hanya dengan rapat atau laporan administratif. Ada kalanya warga membutuhkan tempat untuk bercerita, didengar, didampingi, bahkan sekadar mendapatkan seseorang yang mau membantu mencarikan jalan keluar.
Ruang itulah yang coba dihadirkan Saung Peradaban Maung Bodas, yang berada di Gang Melur RT 40 RW 04, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta.
Sejak berdiri pada Oktober 2021, saung yang digagas dan dikelola Dani Regiana, Ketua Relawan Bupati Aing (RBA), tersebut berkembang menjadi ruang sosial bagi masyarakat.
Bukan hanya tempat berkumpul, Saung Peradaban Maung Bodas menjadi tempat warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari persoalan kesehatan, kebutuhan pendampingan saat berobat, kepesertaan BPJS, hingga persoalan tempat tinggal seperti rumah tidak layak huni dan kondisi rumah warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian.
“Saung ini kami hadirkan sebagai ruang hidup bersama. Di sini masyarakat bisa berkumpul, berdiskusi, dan beraktivitas, baik yang bersifat sosial, keagamaan, seni budaya, maupun kegiatan lain yang memberi nilai positif bagi warga,” tutur Dani, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, persoalan yang dibawa masyarakat terkadang bukan perkara sederhana. Ada warga yang membutuhkan pendampingan ketika anggota keluarganya menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk menghadapi persoalan biaya selama menjaga pasien maupun kebutuhan mendesak lainnya.
Ada pula warga yang datang membawa cerita tentang kondisi rumah mereka yang sudah tidak layak ditempati.
Dalam situasi seperti itu, Dani bersama para relawan berusaha membantu sesuai kemampuan. Jika persoalan tidak dapat diselesaikan secara langsung, mereka mencoba membangun komunikasi dan memanfaatkan jejaring yang dimiliki untuk mencari alternatif solusi.
“Memang kami memiliki keterbatasan. Tetapi ketika ada masyarakat datang dan menyampaikan persoalannya, sebisa mungkin kami bantu, paling tidak mendampingi dan mencarikan jalan keluarnya,” katanya.
Bukan Sekadar Tempat Berkumpul
Kehidupan di Saung Peradaban Maung Bodas tidak hanya berlangsung ketika ada warga yang datang membawa persoalan.
Aktivitas sosial dan keagamaan juga terus berjalan.
Setiap malam Jumat, digelar pengajian rutin. Sedangkan Jumat pagi, para relawan menjalankan kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan makanan maupun bantuan lainnya kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara relawan dan warga.
“Tujuannya untuk mempererat silaturahmi para relawan Bupati Aing sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat,” ujar Dani.
Dari kegiatan-kegiatan sederhana tersebut, interaksi antara relawan dan masyarakat terus terbangun. Warga tidak hanya datang ketika membutuhkan bantuan, tetapi juga dapat ikut berkegiatan dan bersilaturahmi.
Merawat Kepedulian dari Lingkungan Warga
Selama hampir lima tahun berjalan, Saung Peradaban Maung Bodas menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri.
Tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Sebuah saung sederhana dapat menjadi tempat orang bertemu, berbagi cerita, menyampaikan keluhan, melakukan kegiatan keagamaan, hingga bersama-sama mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
Dani berharap keberadaan Saung Peradaban Maung Bodas dapat terus memberikan manfaat bagi siapa pun yang datang, tanpa membedakan latar belakang.
“Semoga Saung ini menjadi rumah kebaikan, tempat warga mengadu, mencari solusi, sekaligus merasakan kepedulian yang tulus tanpa memandang latar belakang,” ucapnya.
Pada akhirnya, Saung Peradaban Maung Bodas bukan hanya berbicara tentang sebuah bangunan sederhana di sudut Kelurahan Nagri Kaler.
Lebih dari itu, saung tersebut menjadi gambaran bagaimana gotong royong dan kepedulian masih bisa dirawat dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.
Sebab bagi warga yang sedang menghadapi persoalan, terkadang yang paling dibutuhkan bukan sekadar jawaban, melainkan tempat untuk didengar dan orang-orang yang bersedia berjalan bersama mencari jalan keluar.
(Boy)

