Purwakarta

Klarifikasi Firman Aji Setiyawan Terkait Isu Rangkap Jabatan di Desa Citalang: Fakta dan Data yang Menjelaskan

Purwakarta  JER – Firman Aji Setiyawan, salah satu tokoh masyarakat Desa Citalang, memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan JabarExposeRayaNews yang menyebutkan dirinya merangkap beberapa jabatan di Desa Citalang. Menurut Firman, seluruh jabatan yang diembannya bukan hasil penunjukan Kepala Desa, melainkan melalui mekanisme musyawarah dan partisipasi masyarakat.

Berikut adalah fakta-fakta yang disampaikan Firman:
– *Ketua LPM periode 2022–2027*: Terpilih melalui musyawarah perwakilan RW. Sebelumnya menjabat Wakil Ketua, lalu bertukar posisi karena Ketua terpilih diangkat menjadi Kepala Dusun.
– *Ketua Kopdes Merah Putih periode 2025–2028*: Terpilih melalui forum terbuka bersama sembilan kandidat lain dan dipilih dalam rapat anggota koperasi.
– *Sekretaris RW periode 2020–2025*: Mengajukan diri secara sukarela untuk belajar bermasyarakat, lalu diterima oleh Ketua RW.
– *Sekretaris DKM Masjid periode 2021–2026*: Dipilih langsung oleh Ketua DKM berdasarkan hak prerogatif untuk mendukung kegiatan keagamaan.
– *Sekretaris Pemilihan RW tahun 2025*: Ditugaskan oleh LPM sebagai bagian dari program pemberdayaan dan edukasi masyarakat.

Firman menegaskan bahwa semua jabatan yang diemban bukanlah hasil penunjukan langsung Kepala Desa. Ia juga menambahkan bahwa banyaknya amanah yang diberikan kepadanya lebih tepat dimaknai sebagai bentuk kepercayaan masyarakat, bukan sebagai ambisi pribadi atau kepentingan kelompok tertentu.

Terkait opini warga bernama Ageu Nadina yang dikutip dalam pemberitaan, Firman menyatakan bahwa dirinya menghormati setiap pendapat warga. Namun, ia menekankan bahwa opini seharusnya disampaikan berdasarkan fakta agar tidak menyesatkan publik.

Sebagai penutup, Firman menyatakan bahwa ia terbuka apabila ada warga yang ingin mengambil alih sebagian jabatan yang saat ini ia emban, selama memiliki kesiapan untuk mengabdi dan melaksanakan tanggung jawab dengan baik. “Jabatan hanyalah sarana, pengabdian adalah tujuan,” ungkapnya.

Dengan klarifikasi ini, Firman berharap agar pemberitaan di media dapat disajikan secara lebih berimbang, proporsional, dan berdasarkan fakta yang terverifikasi. Ia menekankan bahwa media memiliki peran penting dalam menjaga transparansi sekaligus mencegah munculnya persepsi keliru yang dapat merugikan pihak-pihak tertentu

(Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!