Opini

Panca Waluya Dipertanyakan, Dugaan Bullying Guru di SMAN 1 Purwakarta, Bukti Pendidikan Sedang Darurat Moral

JERnews – Dugaan tindakan perundungan yang dilakukan pelajar terhadap guru di SMAN 1 Purwakarta bukan sekadar insiden biasa, melainkan alarm keras tentang rusaknya fondasi moral di dunia pendidikan. Ini bukan hanya soal murid melawan guru, tetapi gejala matinya adab di ruang yang seharusnya menjadi tempat lahirnya akhlak, etika, dan penghormatan.

Ketika seorang guru diduga menjadi sasaran pelecehan atau intimidasi oleh murid, yang dipermalukan bukan hanya individu pendidik, tetapi juga wibawa institusi sekolah. Ini menjadi ironi besar: sekolah yang seharusnya mendidik karakter, justru dipertontonkan sebagai ruang rapuh yang gagal menjaga marwah gurunya sendiri.

Program Panca Waluya yang selama ini digaungkan sebagai fondasi pembentukan karakter pun layak diuji ulang. Di mana implementasinya jika penghormatan paling mendasar kepada guru saja bisa runtuh? Jangan sampai nilai cageur, bageur, bener, pinter jeung singer hanya berhenti menjadi jargon seremonial tanpa nyawa di ruang kelas.

Kasus ini juga membuka fakta pahit bahwa ada yang salah dalam sistem pendidikan kita. Akademik dikejar, angka dirawat, prestasi dipoles, tetapi adab justru dibiarkan terkikis.

Ketika murid berani merendahkan guru, sesungguhnya yang sedang kolaps bukan hanya disiplin, tetapi otoritas pendidikan itu sendiri.

Lebih keras lagi, ini harus dibaca sebagai kegagalan kolektif sekolah, keluarga, dan negara. Sebab mustahil degradasi moral seperti ini lahir dalam ruang hampa. Ada pembiaran, ada lemahnya pembinaan, dan ada sistem yang mungkin terlalu sibuk mengurus formalitas, tetapi lalai menanamkan rasa hormat.

Jika peristiwa ini dianggap sekadar kenakalan remaja, maka kita sedang menormalisasi kehancuran nilai. Hari ini guru dibully, besok otoritas lain dilecehkan.

Ketika penghormatan kepada guru runtuh, yang ikut runtuh bukan hanya etika pendidikan, tapi masa depan peradaban.

Ini bukan lagi alarm pendidikan. Ini sirene darurat moral.

(Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!