Opini

Wadirum RSUD Sebaiknya Diisi oleh Orang Dengan Basic Kesehatan Agar Lebih Paham Tata Kelola Rumah Sakit

JERnews – Rumah Sakit Umum Daerah adalah garda terdepan pelayanan publik di bidang kesehatan,kompleksitasnya tidak bisa disamakan dengan instansi lain,ada nyawa,ada standar akreditasi,ada regulasi Kemenkes,ada BPJS,ada farmasi,ada alat kesehatan,dan ada ribuan pasien setiap hari.

Karena itu,ada baiknya,Jabatan Wakil Direktur Umum RSUD diisi oleh orang yang memiliki basic kesehatan.

Kenapa?

1. Memahami urgensi layanan,wadirum membawahi SDM,keuangan,aset,dan rumah tangga,keputusan soal pengadaan alkes,kontrak vendor,jam kerja nakes,sampai penanganan limbah medis tidak bisa diputuskan hanya dengan logika administrasi umum,harus paham risiko klinisnya.

2. Mempercepat koordinasi,saat IGD penuh,saat obat kosong,saat alat rusak,Wadirum harus satu frekuensi dengan Wadir lain,jika tidak paham alur pelayanan kesehatan,rapatnya akan muter-muter dan ujungnya pasien yang dirugikan.

3. Menjaga akuntabilitas,RSUD menggunakan uang rakyat dan dana BPJS,Laporan akuntabilitas, Renstra,Renja,dan LAKIP RSUD punya indikator khusus kesehatan,tanpa pemahaman basic kesehatan, dokumen-dokumen itu rawan jadi copy-paste dan tidak berdampak.

Kami tidak menolak profesionalisme ASN non-kesehatan,tapi untuk level pengambil kebijakan di RSUD, kompetensi teknis harus jadi syarat utama,ini bukan soal suka-tidak suka,ini soal keselamatan pasien.

“Jangan-jangan Wadir tidak pernah bikin Rencana Strategis,Rencana Kerja,dan penyiapan pelaporan akuntabilitas kerja”, karena memang tidak terbiasa dengan siklus perencanaan dan pelaporan di sektor kesehatan.

Akibatnya program jalan ditempat,RSUD bukan tempat belajar sambil jalan,masyarakat berhak mendapatkan rumah sakit yang dikelola oleh orang yang paham rumah sakit.

Penulis: Panuntun Catur Supangkat
Sekretaris Pospera Purwakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!