Pendidikan

Bukan Sekadar Berkemah, KSPT Ma’arif 2026 di Al-Muhajirin Jadi Kawah Pembentukan Karakter Santri

JERnews – Kemah Santri Pramuka Terpadu (KSPT) 2026 bukan sekadar menjadi ajang berkumpul dan berkemah bagi para santri. Kegiatan yang digelar Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Barat ini juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), serta penanaman semangat moderasi beragama di kalangan generasi muda.

Sebanyak 1.200 peserta bersama 70 pembina dari berbagai satuan pendidikan di Jawa Barat mengikuti kegiatan tersebut di Lapangan Pondok Pesantren Al-Muhajirin II, Sukamulya, Kecamatan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional itu mempertemukan para santri dari berbagai daerah dalam semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pengabdian kepada bangsa.

Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Barat sekaligus Majelis Pembimbing Satuan Komunitas (Mabisako) Ma’arif NU Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menegaskan bahwa gerakan Pandu Ma’arif memiliki peran strategis dalam menerjemahkan nilai-nilai keislaman ke dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut  DR. Hj. Ifa yang akrab disapa Teh Ifa tersebut, pendidikan melalui kepramukaan dapat menjadi sarana untuk membangun generasi yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu mengamalkannya secara seimbang dan moderat.

“Pandu Ma’arif adalah wadah untuk bisa mengejawantahkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan memahami agama sekaligus mengimplementasikannya dengan penuh moderat, seimbang, dan senantiasa menjunjung nilai-nilai moderasi beragama,” ujar Teh Ifa dalam sambutannya.

Ia menilai, keterlibatan ribuan peserta dalam KSPT 2026 menjadi gambaran pentingnya kolaborasi antara pendidikan, pesantren, dan gerakan kepramukaan dalam membentuk karakter generasi muda.

Melalui kegiatan bersama, para peserta diharapkan mampu mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.

Teh Ifa juga menyampaikan apresiasi kepada para ulama, guru, pembina Pramuka, keluarga besar Pondok Pesantren Al-Muhajirin II, serta seluruh satuan pendidikan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Semoga nilai kebersamaan dan silaturahmi menjadi kekuatan bagi kita semua untuk terus maju dan terdepan. Hari Santri Nasional, dari santri untuk negeri,” tuturnya.

Dihadiri Tokoh NU hingga Bupati Purwakarta

Pembukaan KSPT 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama, jajaran Kementerian Agama, unsur kepramukaan, pimpinan pesantren, dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.

Di antara tokoh yang hadir yakni Rais Syuriah PWNU Jawa Barat Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA.; Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhammad, SH.; Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T.; serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta Dr. Ohan Burhan.

Hadir pula perwakilan Pinsako Ma’arif PBNU, Soleh Abwa, serta perwakilan Kwarda Jawa Barat dan Kwarcab Purwakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Teh Ifa menyampaikan penghormatan kepada Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin yang hadir memberikan dukungan kepada para santri. Ia juga mengajak seluruh hadirin mendoakan agar Syaikhuna senantiasa diberikan kesehatan sehingga dapat terus membimbing keluarga besar Nahdlatul Ulama dan para santri.

Suasana pembukaan berlangsung meriah saat Teh Ifa menyapa peserta dari sejumlah daerah, di antaranya Karawang, Sukabumi, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Purwakarta, dan Cianjur. Sapaan itu disambut antusias dengan tepuk Pramuka dari para peserta.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA. Selanjutnya, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., bertindak sebagai pembina upacara.

Membangun Santri yang Berkarakter dan Moderat

KSPT 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran pendidikan Ma’arif NU dalam membentuk generasi santri yang berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan sekaligus memiliki wawasan kebangsaan.

Melalui pendidikan kepramukaan, santri tidak hanya didorong untuk mengembangkan kemampuan diri, tetapi juga belajar membangun kerja sama, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting agar generasi muda mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman, karakter kepesantrenan, dan semangat persatuan.

Dengan mengusung semangat “Ma’arif Maju, Aswaja Jaya, Indonesia Excellent”, KSPT 2026 menegaskan bahwa pembentukan generasi unggul membutuhkan perpaduan antara pendidikan agama, penguatan karakter, dan kecintaan terhadap bangsa.

Dari bumi pesantren Al-Muhajirin II, gerakan Pandu Ma’arif diharapkan terus melahirkan santri yang disiplin, mandiri, moderat, serta siap mengambil peran nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

(Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!