Drama Birokrasi di BPN Purwakarta: Pejabat Absen, dan Dugaan Sertifikat PTSL Mangkrak 6 Tahun
Purwakarta, JER – Audiensi antara DPC Pospera Purwakarta dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purwakarta, Selasa (25/11/2025) berubah menjadi drama birokrasi yang sulit dipercaya. Pospera hadir tepat waktu sesuai undangan resmi BPN pukul 09.30 WIB, namun pejabat BPN justru tak terlihat batang hidungnya hingga dua jam berlalu.
Ketua DPC Pospera Purwakarta, Sutisna Sonjaya, mengungkapkan kekecewaannya. “Mereka yang menentukan jam 9.30, tapi dua jam kami menunggu tanpa satu pun pejabat muncul,” tegasnya. Audiensi ini dimaksudkan untuk meminta penjelasan terkait Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 yang hingga kini masih gelap tanpa kepastian.
Sutisna menilai kondisi ini sebagai bukti tidak adanya transparansi dan ketidakseriusan BPN dalam menjalankan program negara tersebut. “Ini sudah enam tahun. Kalau peta bidang sudah ada, apa lagi yang ditunggu? Warga lelah menunggu kepastian,” ujarnya.
Laporan masyarakat menunjukkan bahwa banyak berkas PTSL sudah lengkap, namun sertifikat hak milik tak kunjung diterbitkan tanpa alasan yang jelas. Pospera berencana melayangkan laporan resmi ke Kementerian ATR/BPN dan BAM DPR RI. “Kami akan kirim surat ke kementerian dan BAM DPR RI untuk menindaklanjuti hal ini,” tegas Sutisna.
Sutisna menyindir keras bahwa jika pejabat BPN kesulitan menghadiri audiensi yang mereka jadwalkan sendiri, mungkin memang benar mereka sedang “sibuk” mencari sertifikat-sertifikat PTSL yang entah hilang di mana sejak tahun 2019.
Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari BPN Purwakarta, terkait ketidakhadiran maupun progres PTSL yang mangkrak sampai 6 Tahun.
(Boy)

