Kadisdik Purwakarta Tegaskan: Guru Hebat Kunci Masa Depan Pendidikan
Purwakarta, JERnews – Di saat dunia berubah lebih cepat dari ruang kelas mampu mengejarnya, satu kenyataan tak bisa diabaikan: cara lama tak lagi cukup untuk mendidik generasi baru. Guru tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga menginspirasi, menggerakkan, dan membentuk karakter di tengah derasnya disrupsi.
Dari kegelisahan itulah, ratusan bahkan ribuan pendidik di Purwakarta berkumpul
mencari, merumuskan, sekaligus menegaskan kembali makna sejati menjadi guru hebat.
Jawaban atas pertanyaan itu tidak lagi cukup dicari dalam buku teori atau kurikulum semata, melainkan harus ditemukan dalam praktik nyata yang adaptif, reflektif, dan menyentuh sisi kemanusiaan.
Hal inilah yang menjadi ruh dalam seminar bertajuk “How to be a Great Teacher” yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.
Menghimpun sekitar 1.000 peserta dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMK.
Seminar ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang konsolidasi gagasan dan energi perubahan bagi para pendidik. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama: memperbarui cara pandang dan memperkuat peran sebagai arsitek masa depan generasi bangsa.
Dalam dua sesi yang padat dan bernas, narasumber utama, Syafii Efendi, membedah secara tajam makna guru hebat di era modern. Ia menegaskan bahwa krisis terbesar dalam pendidikan bukan pada kurangnya materi ajar, melainkan pada minimnya sentuhan inspirasi dalam proses belajar.
“Guru hebat bukan sekadar pengajar, tapi penggerak. Bukan hanya mentransfer ilmu, tapi menyalakan harapan,” tegasnya, Senin (23/02/2026).
Ia mendorong para guru untuk keluar dari zona nyaman metode konvensional dan berani bertransformasi menjadi sosok yang kreatif, inovatif, serta memiliki empati tinggi terhadap peserta didik.
Menurutnya, kombinasi antara kecerdasan intelektual dan kepekaan emosional adalah kunci utama dalam menciptakan pembelajaran yang berdampak.
Seminar ini juga mendapat perhatian serius dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru adalah aktor utama dalam menentukan arah masa depan bangsa, peran yang tidak bisa digantikan oleh sistem atau teknologi secanggih apapun.
“Kualitas pendidikan tidak akan pernah melampaui kualitas gurunya. Karena itu, peningkatan kapasitas guru adalah investasi paling strategis,” ujarnya.
Sadiyah memastikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan, sekaligus mengajak para pendidik menjadikan forum ini sebagai titik awal perubahan konkret di ruang kelas.
“Mari berhenti hanya menjadi rutinitas. Jadikan setiap hari sebagai proses bertumbuh. Karena saat guru berubah, masa depan anak-anak kita ikut berubah,” tambahnya.
Seminar ini menegaskan satu hal: menjadi guru hebat bukanlah tujuan akhir, melainkan proses tanpa henti—proses untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberi makna.
(Boy)

