Viral Dugaan Anggota DPRD Purwakarta Dugem, Luthfi Bamala: Pastikan Dulu, Jangan Gegabah
JERnews – Viral di media sosial sebuah video yang diduga memperlihatkan seorang anggota DPRD Kabupaten Purwakarta tengah berada di tempat hiburan malam bersama seorang perempuan. Polemik pun bergulir dan mulai menjadi sorotan publik.
Di tengah derasnya informasi yang beredar, pimpinan DPRD Purwakarta memilih tidak gegabah dalam menyikapi dugaan pelanggaran etik tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Luthfi Bamala, menegaskan bahwa informasi yang beredar harus dipastikan terlebih dahulu kebenarannya sebelum pihaknya memberikan pernyataan maupun mengambil langkah lebih jauh.
Hal itu disampaikan Luthfi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (31/8/2026).
“Itu kan baru dugaan ya. Kita ini harus pastikan dulu, jangan sampai nanti salah dalam menyatakan pendapat dan komentar,” ujar Luthfi.
Sikap hati-hati tersebut juga terlihat ketika Luthfi ditanya mengenai kemungkinan sanksi apabila dugaan tersebut nantinya terbukti sebagai pelanggaran.
Menurutnya, pembicaraan mengenai sanksi belum tepat dilakukan sebelum ada kepastian mengenai fakta dan hasil pemeriksaan.
“Kita nggak berani bicara sanksi yang sifatnya belum pasti,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa DPRD Purwakarta tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial. Terlebih, menyangkut dugaan pelanggaran etik anggota dewan, diperlukan proses klarifikasi dan pemeriksaan untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
Sebelumnya, beredarnya video tersebut memicu perhatian publik dan pertanyaan mengenai sikap Badan Kehormatan (BK) DPRD Purwakarta dalam menyikapi dugaan perilaku yang dinilai dapat berkaitan dengan etika dan kehormatan lembaga legislatif.
Di sisi lain, masyarakat juga menunggu kejelasan dari pihak terkait. Jika nantinya dugaan tersebut terbukti setelah melalui proses pemeriksaan, tentu publik berharap lembaga DPRD bersikap transparan dan menjalankan mekanisme etik sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, polemik ini kini berada pada tahap dugaan, bukan sebuah kesimpulan. DPRD Purwakarta menegaskan pentingnya memastikan fakta terlebih dahulu sebelum berbicara mengenai pelanggaran maupun sanksi.
(Boy)

