Purwakarta Siap Jadi Pelopor DTSEN, Om Zein Tekankan Pentingnya Data Akurat
JERnews – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein membuka kegiatan Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Bale Sawala Yudhistira, Purwakarta, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem data terpadu guna memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran
Sosialisasi ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran melalui penyempurnaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.
Dalam sistem DTSEN, akurasi penerima bantuan diperkuat melalui metode pemeringkatan desil (1–10) yang mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara sistematis. Standarisasi tersebut menjadi acuan objektif bagi pemerintah dalam menentukan prioritas penerima bantuan agar lebih tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Om Zein menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Menteri Sosial, perwakilan Menteri Desa dan PDT, Kepala BPS, serta Sekda Provinsi Jawa Barat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat terwujud apabila didukung oleh data yang akurat dan mutakhir. Karena itu, keberadaan DTSEN dinilai menjadi instrumen penting untuk memastikan berbagai program bantuan pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Pembangunan yang tepat sasaran hanya bisa lahir dari data yang akurat. DTSEN menjadi langkah strategis agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Om Zein.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk memperkuat pengelolaan data sosial ekonomi dengan melibatkan perangkat desa serta pilar-pilar sosial sebagai ujung tombak proses validasi data di lapangan.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang dinilai serius dalam mendukung implementasi DTSEN. Ia bahkan mendorong Purwakarta untuk menjadi daerah pelopor dalam penerapan sistem data tunggal tersebut.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan potensi kekeliruan data dapat diminimalisir.
Dengan demikian, berbagai program bantuan sosial dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong pengurangan kesenjangan sosial dan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
(Boy)

