Sri Rahayu Dorong Sinergi Pemprov dan Pemda Kejar Target Pembangunan Jawa Barat
JERnews – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Sri Rahayu, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan berbagai indikator pembangunan manusia yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.
Hal tersebut disampaikan Sri Rahayu saat melaksanakan Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2026 di Aula Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kelurahan Adiarsa Barat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam pemaparannya, Sri Rahayu mengungkapkan masih adanya kesenjangan capaian pada sejumlah indikator pembangunan di Jawa Barat. Berdasarkan data yang dipaparkan, pada tahun 2025 masih terdapat selisih capaian sekitar 14 persen yang harus dikejar melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan.
“Selisihnya masih cukup besar, sekitar 14 persen. Karena itu kita harus bersama-sama mengejar target pembangunan yang telah ditetapkan,” ujar Sri Rahayu.
Menurutnya, beberapa indikator strategis yang saat ini menjadi perhatian pemerintah meliputi kesehatan reproduksi, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Ketiga sektor tersebut dinilai sangat menentukan kualitas sumber daya manusia serta keberhasilan pembangunan daerah di masa mendatang.
Sri Rahayu menegaskan, target pembangunan tidak akan mudah dicapai tanpa adanya langkah konkret dan kerja sama yang kuat antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota. Bahkan, sejumlah indikator berpotensi mengalami penurunan apabila tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan.
“Ke depan tantangannya tidak mudah. Karena itu harus ada kerja sama antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar program-program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.
Menurutnya, berbagai program prioritas yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus dapat diterjemahkan dan diimplementasikan secara optimal hingga ke tingkat daerah.
“Hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang melakukan penataan berbagai kebijakan agar dapat diserap dan dijalankan dengan baik oleh pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
Sri Rahayu menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD tidak hanya memastikan program pemerintah berjalan sesuai aturan, tetapi juga menjadi sarana menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pemerintah.
Ia mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dan aktif mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Pada kesempatan yang sama, Sri Rahayu menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan saat ini harus disesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia. Karena itu, sejumlah agenda dikolaborasikan agar tetap berjalan efektif tanpa mengurangi substansi pengawasan maupun penyerapan aspirasi masyarakat.
“Kami mohon pengertian dari bapak dan ibu sekalian. Saat ini kondisi anggaran berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga pelaksanaan kegiatan harus dilakukan secara efektif dan efisien,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Ia juga berjanji akan terus mengawal aspirasi masyarakat Karawang agar mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sri Rahayu optimistis sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan masyarakat dapat mempercepat pencapaian target pembangunan di Jawa Barat. Ia berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Barat.
(Boy)

