Nilai Akademik di Atas Rata-rata, SMPN 3 Purwakarta Tak Mau Terlena Jelang TKA
JERnews – Capaian akademik yang berada di atas rata-rata nasional, provinsi, dan kabupaten menjadi modal positif bagi SMPN 3 Purwakarta menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran 2026–2027.
Namun, capaian tersebut tak membuat sekolah berpuas diri. Sebaliknya, SMPN 3 Purwakarta justru memperkuat kolaborasi dengan orang tua siswa kelas IX untuk memastikan peserta didik benar-benar siap menghadapi seluruh tahapan TKA.
Komitmen itu terlihat dalam pertemuan sekolah bersama orang tua atau wali siswa kelas IX yang digelar di ruang laboratorium SMPN 3 Purwakarta, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta, Senin (31/8/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar membahas teknis pelaksanaan TKA. Sekolah juga mengajak orang tua menyatukan langkah dalam memberikan pendampingan kepada siswa, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kesiapan akademik, kondisi mental, pola belajar dan waktu istirahat.
Kepala SMPN 3 Purwakarta, Muhamad Husni, mengatakan dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam membantu siswa menghadapi asesmen.
“Pertemuan ini kami lakukan untuk menyamakan persepsi antara sekolah dan orang tua. Kami berharap orang tua dapat memberikan dukungan penuh kepada anak-anak dalam menghadapi TKA, sehingga mereka dapat mengikuti seluruh tahapan dengan persiapan yang optimal,” ujar Husni.
Menurutnya, TKA tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Asesmen tersebut justru dapat menjadi bagian dari proses pemetaan kemampuan akademik peserta didik.
Karena itu, sekolah berupaya menciptakan suasana persiapan yang terarah tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada siswa.
Yang menarik, optimisme SMPN 3 Purwakarta bukan tanpa dasar.
Berdasarkan data statistik nilai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Asesmen Pendidikan, capaian nilai rata-rata SMPN 3 Purwakarta pada Tahun Pelajaran 2025–2026 berada di atas rata-rata nasional, provinsi maupun kabupaten.
Nilai rata-rata SMPN 3 Purwakarta tercatat pada kisaran 71,66–42,99. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional 62,05–40,93, provinsi 62,77–40,47, serta kabupaten 61,33–39,41.
Capaian tersebut menjadi indikator positif dari proses pembelajaran yang selama ini berjalan. Namun bagi SMPN 3 Purwakarta, angka tersebut bukan alasan untuk berhenti melakukan evaluasi.
“Kami tidak ingin terlena dengan capaian yang sudah ada. Justru ini menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan memberikan pendampingan terbaik kepada siswa,” ujar Husni.
Selain TKA, peserta didik juga akan mengikuti Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). Survei ini menjadi bagian penting untuk melihat kondisi lingkungan belajar serta faktor-faktor yang mendukung proses pendidikan di satuan pendidikan.
Husni berharap para siswa mengisi Sulingjar secara jujur berdasarkan kondisi yang benar-benar mereka alami selama mengikuti proses pembelajaran.
Hasil Sulingjar nantinya menjadi bagian dari informasi dalam pemetaan mutu pendidikan yang turut berkontribusi terhadap Rapor Pendidikan SMPN 3 Purwakarta Tahun 2027.
“Dalam pelaksanaan TKA, peserta didik juga mengisi Survei Lingkungan Belajar. Kami berharap siswa dapat mengisinya dengan jujur dan sesuai dengan kondisi yang mereka alami selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, SMPN 3 Purwakarta terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan kondusif.
Sebab, kesiapan menghadapi TKA menurutnya tidak cukup hanya dengan kemampuan akademik.
“Anak-anak harus siap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepercayaan diri dan kesiapan mental. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci,” pungkasnya.
Dengan capaian akademik yang cukup positif dan dukungan orang tua yang terus diperkuat, SMPN 3 Purwakarta kini menatap TKA 2026–2027 dengan satu pesan: prestasi boleh menjadi modal, tetapi evaluasi dan kerja bersama tetap harus berjalan.
(Boy)

