Jabar

Sekda Purwakarta Dorong Creative Financing untuk Percepatan PJU Purwakarta

JERnewa – Upaya Pemerintah Kabupaten Purwakarta memperkuat infrastruktur penerangan jalan mulai mendapat perhatian di tingkat Jawa Barat. Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Purwakarta masuk dalam 12 nominasi terbaik West Java Investment Challenge (WJIC) 2026 dari 31 proyek atau inovasi infrastruktur yang diajukan 20 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Tahapan penilaian memasuki site visit. Tim penilai WJIC melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik proyek PJU di Kabupaten Purwakarta, Rabu (2/9/2026), dan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Ir. Sri Jaya Midan, M.P., di Ruang Rapat Sekretariat Daerah.

WJIC sendiri merupakan bagian dari strategi promosi investasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang digagas bersama DPMPTSP Provinsi Jawa Barat dan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat. Program tersebut diarahkan untuk menjaring proyek-proyek infrastruktur potensial yang dinilai layak dan siap ditawarkan kepada investor.

Dalam pemaparannya, Sri Jaya Midan menekankan bahwa posisi Purwakarta sebagai daerah strategis dengan peluang investasi yang besar harus ditopang infrastruktur yang memadai, termasuk ketersediaan penerangan jalan.

Namun, pekerjaan rumahnya masih cukup besar. Dari sekitar 11 ribu titik PJU yang terdapat di Purwakarta, baru sekitar 39,8 persen yang telah terpenuhi.

“Untuk itu dukungan dunia usaha, khususnya perbankan, sangat dibutuhkan dalam memfasilitasi percepatan PJU,” ujar Sri Jaya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah membuat pola pembiayaan kreatif atau creative financing menjadi salah satu opsi penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur publik.

Empat titik yang menjadi lokasi peninjauan tim penilai WJIC meliputi Ruas Jalan KDM Jalur Alternatif Rancadarah, Jalan Raya Sadang-Cikopo, Jalan Cihideung Irigasi-Tegaljunti (Situ Panjang), serta Ruas Jalan Area Situ Buled.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muslimin Anwar, mengatakan site visit tersebut merupakan bagian dari proses business matching untuk mengukur akurasi sekaligus kesiapan proyek yang ditawarkan kepada calon investor.

Menurutnya, sebuah proyek tidak cukup hanya memiliki potensi. Proyek tersebut juga harus memenuhi aspek kesiapan, kelayakan, serta memiliki daya tarik investasi.

“Melalui WJIC, diharapkan proyek yang ditawarkan tidak hanya memiliki potensi, tetapi juga memenuhi aspek kesiapan, kelayakan, dan daya tarik bagi investor,” katanya.

Sri Jaya menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting agar proses penilaian sekaligus upaya pengembangan proyek dapat berjalan optimal.

Ia berharap pola kerja sama antara pemerintah daerah, dunia usaha dan perbankan seperti dalam proyek PJU tersebut dapat diterapkan pada proyek-proyek pemerintah lainnya.

“Di tengah upaya efisiensi anggaran saat ini, model creative financing sangat diperlukan agar pelayanan publik tetap maksimal sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Masuknya proyek PJU Purwakarta dalam 12 besar WJIC 2026 menjadi peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, proyek tersebut membuka ruang bagi masuknya dukungan pembiayaan dari dunia usaha. Di sisi lain, capaian 39,8 persen pemenuhan PJU menunjukkan masih panjangnya pekerjaan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan penerangan jalan masyarakat benar-benar terpenuhi.

(Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!