Purwakarta

Pembangunan Pustu di Pertanyakan Publik

Purwakarta, JER. – Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kabupaten Purwakarta bungkam ditanya saat pembangunan Pustu bernilai ratusan juta.

Sikap diam ini menimbulkan dugaan sepihak mungkin ada yang ditutupi tentang kegiatan ini.

Ratusan juta untuk Rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) baru-baru ini kembali menghangatkan ruang diskusi publik.

Namun, bukan karena kemegahan bangunannya, melainkan karena ketiadaan informasinya.

Lokasinya di mana? Kapan direhab? Apakah benar direhab?

Ada yang menduga pelaksanaannya sedang dibangun di tempat rahasia, mungkin di balik bukit, di semak-semak, atau di dunia paralel.

Ada pula yang menduga bahwa Pustu ini adalah proyek siluman hanya bisa dilihat jika seseorang memiliki data yang cukup.

Ketika wartawan mencoba menghubungi pihak Dinas Kesehatan Purwakarta untuk sekadar bertanya lokasi kegiatan rehabilitasi, suasana mendadak seperti ruang kelas saat guru menanyakan PR: semua menunduk, semua hening, semua berharap pertanyaannya dialihkan ke orang lain.

Sikap diam ini menimbulkan dugaan sepihak bahwa mungkin Dinkes sedang mengikuti lomba ketahanan tutup mulut se-Purwakarta. Bila benar, mereka tampaknya kandidat juara.

Walaupun semuanya masih dibalut misteri, publik tetap berharap rehab Pustu ini benar-benar memberi manfaat.

Minimal, muncul wujudnya dulu. Tidak perlu megah yang penting ada, nyata, dan dapat ditemukan tanpa bantuan cenayang.

Publik tampaknya harus bersabar menghadapi versi terbaru dari jargon pembangunan: “Anggarannya ada, informasinya… rahasia negara.”

Ratusan juta untuk Rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) baru-baru ini kembali menghangatkan ruang diskusi publik.

Namun, bukan karena kemegahan bangunannya, melainkan karena ketiadaan informasinya.

Ada yang menduga pelaksanaannya sedang dibangun di tempat rahasia, mungkin di balik bukit, di semak-semak, atau di dunia paralel.

Ada pula yang menduga
bahwa Pustu ini adalah proyek siluman hanya bisa dilihat jika seseorang memiliki data yang cukup.

Ketika wartawan mencoba menghubungi pihak Dinas Kesehatan Purwakarta untuk sekadar bertanya lokasi kegiatan rehabilitasi, suasana mendadak seperti ruang kelas saat guru menanyakan PR: semua menunduk, semua hening, semua berharap pertanyaannya dialihkan ke orang lain.

Walaupun semuanya masih dibalut misteri, publik tetap berharap rehab Pustu ini benar-benar memberi manfaat.

Minimal, muncul wujudnya dulu. Tidak perlu megah yang penting ada, nyata, dan dapat ditemukan tanpa bantuan canayang.

Publik tampaknya harus bersabar menghadapi versi terbaru dari jargon pembangunan: “Anggarannya ada, informasinya… rahasia negara.”

Kebungkeman tersebut terlihat ketika Kabid Yankes Yandi di WA dan di tlp tak di jawab. (Des/kos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!