Sekda Purwakarta Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Peluncuran Pendidikan Antikorupsi
JERnews – Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat pendidikan karakter antikorupsi sejak dini.
Rakor dipimpin langsung oleh Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir Balaw, yang menekankan pentingnya langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Dalam paparannya, disampaikan bahwa berdasarkan data SP2KP hingga 8 Mei 2026, terdapat 15 provinsi yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dibandingkan bulan sebelumnya. Namun demikian, sejumlah komoditas masih menjadi penyumbang kenaikan harga, di antaranya cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah.
Secara nasional, harga cabai merah tercatat mengalami kenaikan sebesar 5,72 persen dibanding April 2026, dengan sebanyak 242 daerah mengalami kenaikan harga komoditas tersebut.
Selain membahas pengendalian inflasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) oleh KPK bersama Kemendagri dan Kemendikdasmen melalui webinar Zoom Meeting.
Program tersebut bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai integritas ke dalam kurikulum pendidikan mulai dari tingkat PAUD, sekolah dasar hingga menengah. Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) pemerintah daerah.
Melalui program pendidikan antikorupsi ini, pemerintah ingin menanamkan sembilan nilai utama antikorupsi kepada generasi muda, yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil sejak usia dini.
(Boy)

