Disperkim Purwakarta Respons Kebutuhan Warga, Bantuan Air Bersih Mengalir ke Citalang
JERnews – Kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang dirasakan sebagian masyarakat saat musim kemarau. Merespons kondisi tersebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta menyalurkan bantuan air bersih kepada warga RT 34 RW 02, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta.
Bantuan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, terutama ketika ketersediaan air bersih mulai menjadi kendala.
Kehadiran bantuan tersebut disambut positif oleh warga setempat. Pasokan air bersih yang diterima dinilai sangat membantu, baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun meringankan beban warga yang harus berupaya lebih untuk mendapatkan air.
Selain membantu memenuhi kebutuhan air, penyaluran ini juga diharapkan dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga yang harus dialokasikan untuk memperoleh pasokan air bersih selama musim kemarau.
Kepala Disperkim Kabupaten Purwakarta, Entin Suryatin, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian pemerintah, khususnya ketika warga menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.
“Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari,” demikian draf pernyataan yang dapat dikonfirmasikan kepada Entin Suryatin.
Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. Karena itu, penyaluran bantuan air bersih diharapkan dapat menjadi bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat di tengah kondisi musim kemarau.
Warga Desa Citalang pun menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Disperkim Purwakarta. Bagi mereka, pasokan air tersebut bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga meringankan beban yang muncul akibat keterbatasan air.
Ke depan, penanganan persoalan air bersih diharapkan terus mendapat perhatian, terutama di lingkungan yang berpotensi mengalami kesulitan pasokan ketika musim kemarau berlangsung.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa pelayanan publik hadir dengan manfaat nyata hingga tingkat lingkungan.
(Boy)

