Mahasiswa Titipan Ketua Ansor Kota Bekasi Diduga Selewengkan Dana Bencana Alam Garut
Bekasi.Pembatu Ketua 4 Bidang Hubungan Masyarakat Dan Kerjasama STIE Tribuana Bekasi Yayang Gilang Sonjaya, SE, MM, Ak menyayangkan sikap Zainudin Mahasiswa yang juga ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Tribuana Bekasi yang menyelewengkan dana sumbangan bencana alam Untuk Kabupaten Garut satu tahun yang silam. 

“Kami menyayangkan hal tersebut, ini bisa jadi preseden buruk bagi lembaga pendidikan ,” kata Yayang Gilang , ketika dihubungi Jabarexposeraya. com , Selasa (04/04).
Menurutnya, Baru Mahasiswa aja sudah Selewangkan Dana Sumbangan untuk korban bencana di Kabupaten Garut, Bagai mana ketika menjadi pejabat kelak nantinya.
“Maka setelah buktinya jelas maka pihak kampus keluarkan Surat Pemberhentian Secara Tidak Hormat untuk saudara Zainudin, dengan nomor Surat 024/SK/STIE – TB/X/2016” ujarnya sambil menunjukkan Surat tersebut.
Menurutnya, penggelapan dana sumbangan merupakan hal yang tidak etis sebab itu akan melukai masyarakat Masyarakat Kota Bekasi yang telah memberikan Sumbangan.
Uang Sumbangan untuk bencana di Kabupaten Garut tersebut diperoleh dari hasil meminta partisipasi Masyarakat yang melintas jalan – jalan Protokol yang ada di Kota Bekasi.
Novi Putri Yudilestyani, Mahasiswi STIE Tribuana Bekasi yang juga menjabat bendahara BEM memberikan pernyataan secara tertulis, bahwa Dirinya beserta Pengurus BEM menerima perintah dari saudara Zainudin sebagai Ketua BEM untuk penggalangan dana bencana banjir bandang di Kabupaten Garut di jalan Protokol Kota Bekasi.
Dalam Surat Pernyataan tersebut, Novi menyebutkan hasil uang dan pakaian bekas layak pakai tersebut telah diamankan kepada saudara Zainudin, untuk dikirim ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut. Menurut Laporan dari Saudara Zainudin bahwa bantuan tersebut sudah di kirimkan. Namun hasil Kelarifikasi pengurus BEM, yang dikirim hanyalah pakai layak pakai sedangkan nilai uangnya kurang lebih sebesar Tujuh juta Rupiah digelapkan oleh saudara Zainudin.
“Menyayangkan di suasana duka , ternyata ada oknum yang memanfaatkan situasi tersebut.” ungkap Novi Bendahara BEM STIE Tribuana.
Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Tribuana mengelak saat ditanya mengenai Penggelapan dana sumbangan bencana banjir bandang Kabupaten Garut, Selasa (04/04).
“dinamakan penggelapan itu apabila dana tersebut tidak terkirim, Tapi saya yakin dan percaya serta saya punya baktinya. Apa yang Pihak kampus STIE Tribuana tuduhkan kepada saya soal penggelapan dana sumbangan bencana banjir bandang Kabupaten Garut tersebut tidak benar. ” Ujar Zainudin
Zainudin menantang pihak kampus STIE Tribuana untuk membuktikan siapa yang benar maka harus diselesaikan di Sidang Perkara. (Gingin /01)

