Purwakarta

Dendi Sesosok Penjaga Kebersihan Di Batas Kabupaten

IMG_20170404_182834PURWAKARTA. Gerbang atau Tugu perbatasan wilayah Purwakarta merupakan salah satu hal penting bagi identitas Kabupaten Purwakarta . Warga luar Purwakarta sering tidak tahu, saat di mana mereka sudah memasuki wilayah Purwakarta saat dalam perjalanan memasuki kota Purwakarta.

Kota atau Kabupaten ibarat manusia. tumbuh, bergerak, berpikir, sehingga kota atau Kabupaten pun harus tampil rapi, bersih, menawan, dan tentu saja perlu bersolek supaya kelihatan menarik. Penampilan sebuah kota adalah citra yang dibaca, oleh warganya maupun tamu yang berkunjung. Apakah sebuah kota mempunyai kesan welcome?

Warga yang menilai kotanya cukup bersih, teratur, nyaman, dan segar tentu akan tinggal dengan kebanggaan sebagai warga kota. Begitu pula tamu yang memiliki kesan baik, mencatat kota bersangkutan sebagai kota yang layak dikunjungi di kesempatan mendatang.

Dendi Ahmad Rizal Faisal (31) warga Kampung Pasir Bondol RT 06 RW 02 Desa Ciramahilir Kecamatan Maniis adalah Seorang petugas kebersihan Tugu Batas Kabupaten Purwakarta yang memisahkan antara Kabupaten Purwakarta dengan Kabupaten Cianjur.

Dirinya bekerja setiap hari untuk menjaga kebersihan tugu batas Purwakarta dan Cianjur, agar ketika Orang yang akan datang ke Purwakarta merasa nyaman ketika di wilayah perbatasan Purwakarta dan Cianjur.

Ketika ditanya Soal honor yang diterima dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Purwakarta, Dendi mengucapkan Rasa terimakasihnya Kepada Dedi Mulyadi pasalnya iya baru memperoleh honor pada saat kepemimpinan Dedi Mulyadi.

Dendi sangat berterimakasih kepada Bupati Purwakarta atas honor yang diterima nya tersebut. Dia pun berharap adanya bantuan mesin untuk memabad rumput agar pekerjanya aga ringan.

“Selama ini saya hanya pakai parang dan sapu aja untuk bersihkan rumput” pungkasnya

Iwan Ridwan masyarakat Desa Ciramahilir pun mengapresiasi Kinerja Dendi Ahmad yang menjaga kebersihan dibatas Kabupaten Purwakarta.

“Dia (dendi) kerjanya rajin sepertinya gak libur – libur kalau saya lihat. cuma saya kasihan dia cuma memgandalkan parang untuk membabad rumput, harusnya pemerintah memberikan mesin untuk membabad rumput supaya kerjanya menjadi ringan dan cepat ” ungkap Iwan Ridwan (Gingin/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!