Purwakarta

GMPK Desak Audit Independen RSBA: Dugaan Ketidaktransparanan dan Inefisiensi Anggaran

Purwakarta, JER – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Purwakarta mengungkapkan keprihatinan atas pembangunan Ruang Apoteker dan Ruang Rawat Jalan di RS Bayu Asih yang memakan biaya besar, yakni Rp2,140 miliar dan Rp2,4 miliar, namun kualitas dan hasilnya kurang maksimal. Berdasarkan dokumen kontrak Bestek, GMPK menilai bahwa terdapat ketidak sesuaian antara hasil pekerjaan dengan standar yang telah ditetapkan.

“Sumber dana pembangunan tersebut berasal dari BLUD, sehingga kami akan menelusuri anggaran-anggaran kegiatan yang bersumber dari BLUD. Dugaan ketidaktransparanan dan inefisiensi anggaran menjadi perhatian serius bagi kami.” Ucap Ketua GMPK Purwakarta, Ir. H. Awod Abdul Gadir.

Disampaikan Awod, RS Bayu Asih setiap tahunnya selalu menerima subsidi dari Kas Daerah sebesar Rp55 miliar, yang merupakan jumlah yang fantastis dan melebihi anggaran gaji ASN, Dewan, dan anggaran lainnya dalam satu bulan. Namun, pengelolaan keuangan RSBA/BLUD dinilai tidak transparan dan tidak terbuka.

“GMPK mendesak agar dilakukan audit independen dan audit lembaga lainnya untuk menginvestigasi pengelolaan keuangan RSBA. GMPK yakin bahwa banyak hal yang akan terungkap jika audit tersebut dilakukan.” Ungkap Awod.

Selain itu, GMPK juga mempertanyakan keberadaan aset-aset RSBA yang ada, baik yang lama maupun yang baru. Banyak barang-barang yang tidak terpakai dan tidak tercatat, sehingga perlu dilakukan inventarisasi dan pengelolaan aset yang lebih baik.
(Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!