Kang Danu dari Balad Budaya Tegaskan: “Klarifikasi Bukan Upaya Membungkam, Tapi Penjelasan Fakta”
Purwakarta, – Polemik penanganan pasien pengidap tumor asal Purwakarta kembali menjadi sorotan publik. Setelah kritik dilayangkan oleh aktivis sosial Bagas Pujo Dewadi yang menilai bahwa video klarifikasi hanyalah upaya menutupi kegagalan, kini tanggapan datang dari Ketua Komunitas Balad Budaya, Kang Danu.
Melalui pernyataan terbukanya, Kang Danu menyatakan bahwa video klarifikasi yang telah beredar bukanlah alat untuk membungkam kritik publik, melainkan media untuk memberikan informasi yang utuh dan transparan kepada masyarakat.
“Kritik adalah bagian penting dari demokrasi. Namun, membangun opini harus berdasarkan informasi yang lengkap. Klarifikasi itu justru bentuk tanggung jawab, bukan bentuk pembungkaman,” ungkap Kang Danu.
Ia menekankan bahwa polemik seharusnya tidak menjauhkan perhatian dari hal yang utama, yaitu kelangsungan proses pengobatan pasien. Ia khawatir, narasi yang terus dipelintir tanpa data lengkap bisa menyesatkan persepsi publik.
Menurutnya, semua pihak—baik komunitas sosial maupun pemerintah—sebaiknya saling menguatkan dalam urusan kemanusiaan, bukan saling menyalahkan. “Menyeret logika publik ke arah kecurigaan hanya akan memperkeruh suasana. Ini bukan soal siapa yang menang, tapi soal siapa yang benar-benar peduli,” ujarnya.
Kang Danu juga mengajak semua elemen, termasuk aktivis dan media, untuk membangun semangat kolaborasi dan tidak terjebak dalam konflik narasi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada dinamika di media sosial.
“Mengawal kasus ini tentu penting, tapi mari kita lakukan dengan sikap yang adil dan positif. Jangan biarkan media sosial menjadi ruang tekanan tanpa arah,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Kang Danu menegaskan bahwa Balad Budaya akan terus berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat tanpa membawa agenda tersembunyi maupun kepentingan politik.(RT)

