Rieke Diah Pitaloka Tekankan Pentingnya Pengamalan Empat Pilar di Tengah Tantangan Bangsa
Cikarang, JER –– Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menegaskan pentingnya kembali menghidupkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan – Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika – sebagai jawaban atas beragam persoalan bangsa yang kini dirasakan masyarakat.
“Situasi sekarang tidak mudah. Masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, ketidakpastian ekonomi, keresahan anak muda terkait lapangan kerja, dan perpecahan di ruang publik, termasuk di media sosial. Di tengah kondisi ini, Empat Pilar harus kita jadikan pegangan hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Rieke.
Menurut Rieke, pengamalan Empat Pilar harus diwujudkan secara nyata:
1. Pancasila mengajarkan nilai gotong royong, saling membantu, dan solidaritas. “Ketika rakyat kecil kesulitan, Pancasila menuntun kita untuk hadir, peduli, dan tidak membiarkan mereka berjalan sendirian,” tegasnya.
2. UUD 1945 menegaskan hak rakyat atas kehidupan yang layak, pendidikan, kesehatan, serta keadilan sosial. “Negara wajib memastikan kebijakan benar-benar berpihak pada rakyat, bukan hanya pada kepentingan segelintir orang,” lanjut Rieke.
3. NKRI adalah pengingat bahwa dari Sabang sampai Merauke merupakan satu kesatuan yang utuh. “Kita tidak boleh terpecah oleh isu politik, identitas, atau kepentingan kelompok. Masalah di Papua adalah juga masalah bagi rakyat di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Semua harus dirasakan sebagai satu tubuh bangsa,” kata Rieke.
4. Bhinneka Tunggal Ika merupakan kekuatan bangsa. “Perbedaan agama, budaya, bahasa, maupun pilihan politik tidak boleh dijadikan alasan untuk bermusuhan. Justru perbedaan inilah yang memperkaya dan memperkuat Indonesia,” jelasnya.
Rieke menegaskan, Empat Pilar bukanlah sekadar hafalan, melainkan harus dihidupkan dalam keseharian masyarakat. “Ketika kita menolong tetangga yang kesusahan, ketika kita menyuarakan kritik terhadap kebijakan yang tidak adil, dan ketika kita memilih bersatu daripada berpecah, sesungguhnya kita sedang mengamalkan Empat Pilar,” tuturnya.
“Bangsa ini akan kuat bukan hanya karena infrastruktur fisik, tetapi terutama karena rakyatnya saling menguatkan. Itulah Indonesia yang kita cita-citakan bersama,” pungkas Rieke.
(Boy)

