Figure

Kisah Asgar: Pemuda Purwakarta yang Berhak Mendapatkan Kesempatan

PURWAKARTA, JER – Ahmad Apandi Asgar, seorang pemuda asal Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, berhasil meraih beasiswa dari Lembaga Rawi untuk melanjutkan studi Fiqih dan Ushul Fiqh di Universitas Imam Syafi’i, Yaman. Namun, Asgar masih harus mengumpulkan biaya sejumlah Rp. 48 juta untuk tiket keberangkatan dan sejumlah administrasi lainnya.

Dampingi Asgar Bertemu Ketua MUI

Didampingi Bela Purwakarta, Permata, dan sejumlah aktivis sosial, Asgar bertemu dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta, Kyai H.M. John Dien. Kyai John Dien merupakan figur yang sangat dihormati dan dituakan di Purwakarta, yang diharapkan dapat menjadi “Solidarity Maker” dan jembatan terhadap beragam akses yang berpotensi memberikan solusi bagi kesulitan yang dialami Asgar.

Komitmen untuk Membantu

Setelah menerima informasi dan curhatan dari Asgar dan tim pendamping, Kyai H.M. John Dien berkomitmen untuk mencarikan jalan keluar terbaik dengan kapasitasnya sebagai pengayom dan pemersatu umat lintas latar belakang. “Semoga Allah mempermudah segala urusan, dengan mempermudah urusan orang lain -dalam hal ini kesulitan yang dialami Ahmad Apandi Asgar- maka percayalah Allah pun akan membalas mempermudah segala urusan Kita,” tutur Kyai Kharismatik tersebut.

Usulan untuk Pemkab Purwakarta

Founder Bela Purwakarta, Aa Komara, menuturkan bahwa pihaknya telah mengusulkan agar dalam APBD teranggarkan Biaya Tidak Terduga (BTT) non kebencanaan untuk merespon cepat kebutuhan warga. “Berkaca pada pengalaman yang dialami Nata Sutisna ketika hendak menjalani beasiswa ke Tunisia pada 2019 lalu, maka pada 16 Maret 2025 lalu atau kurang dari sebulan setelah Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta dilantik, Bela Purwakarta menggelar audiensi dengan Pemkab Purwakarta. Untuk itu, Kami harap agar Pemkab segera menindaklanjuti usulan BTT tersebut demi kepentingan yang lebih luas dan berjangka panjang serta bermanfaat bagi generasi penerus dari masa ke masa,” ungkap Aa Komara.

Solidaritas Sosial

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata) Cabang Purwakarta, Sabiq Abdurrasyid, menegaskan bahwa Pemkab Purwakarta perlu mengupayakan langkah istimewa untuk membantu Asgar. “Semoga masih ada langkah istimewa yang bisa diupayakan oleh Pemkab Purwakarta. Jika melalui APBD memang tidak bisa maksimal untuk membantu Asgar, maka perlu diupayakan melalui Dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Purwakarta,” ungkap Sabiq.

(Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!