Jabar

HSN di Al Muhajirin, KDM sebut Pesantren Harus Jadi Rujukan Keislaman Dunia

Purwakarta, JER + Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, menyampaikan pidato sambutan dalam acara Puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta. Dalam sambutannya, Kang Dedi menekankan pentingnya kultur sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia dan ciri khas Islam di Nusantara.

Kultur sebagai Kekuatan Bangsa

Kang Dedi menilai bahwa kultur merupakan dasar dalam membangun integritas dan jati diri bangsa. Ia berharap pesantren-pesantren di Indonesia dapat menjadi rujukan keislaman dunia dengan menjaga tradisi dan kemandirian.

Adab Lebih Tinggi dari Ilmu

Kang Dedi juga menyoroti pentingnya adab dalam kehidupan santri. Ia menjelaskan bahwa sikap hormat, lembut, dan rendah hati yang menjadi tradisi santri bukanlah tanda kelemahan, melainkan cerminan kemuliaan diri.

Beasiswa Santri dan Spirit Kemandirian

Dalam kesempatan tersebut, Kang Dedi mengumumkan program Beasiswa Santri dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini ditujukan bagi santri dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pembiayaan penuh selama mondok.

Pesan Kang Dedi

Kang Dedi menekankan bahwa Hari Santri harus menjadi momentum bagi pesantren untuk kembali pada jati dirinya, yakni menjaga tradisi, kemandirian, dan keikhlasan. Ia juga mengingatkan pentingnya tirakat sebagai bagian dari pendidikan spiritual santri. Dengan semangat Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia, resepsi HSN 2025 di Purwakarta menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga moral bangsa dan penggerak peradaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!