Koorlas di Purwakarta di hapus, ini Tanggapan Om Zein dan Netizen
Purwakarta, JER – Keberadaan Koordinator Kelas (Koorlas) atau perwakilan kelas kembali menjadi perdebatan hangat di kalangan masyarakat Purwakarta, terutama setelah mencuat di media sosial TikTok.
Akun @omzein_bupatiaing menjadi wadah bagi wali murid untuk menyuarakan keresahan mereka, bahkan mendesak agar sistem Koorlas dihapuskan dari sekolah-sekolah.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein, turut memberikan tanggapannya. Menurutnya, Koorlas awalnya bertujuan sebagai jembatan komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa. “Jadi sebenarnya ada Koorlas, itu sebagai jembatan komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa, namun sekarang banyak Koorlas yang keluar dari peran dan fungsinya, jadi akhirnya para orang tua siswa jadi komplain,” ujar Om Zein.
Dinas Pendidikan Purwakarta telah mengeluarkan surat edaran penghapusan Koorlas atau sejenisnya karena dianggap tidak memiliki dasar hukum. Jika ditemukan Sekolah yang melanggar surat edaran ini akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Netizen pun membanjiri unggahan tersebut dengan berbagai komentar, antara lain:
– “Tapi mending a napos aja pak .. kembalikan sistem pengajaran seperti dlu,” tulis seorang netizen.
– “Maaf paaa, lebih baik bubarkan saja, anak” meh wanter, tau tanggung jawab disekolah, ada etika pada guru disekolah. biar yang piket itu anak” bukan Ema” nya,” kata seorang warganet.
Masyarakat Purwakarta menanti langkah konkret dari Bupati Om Zein untuk mengambil tindaka tegas penghapusan korlas di sekolah-sekolah. Apakah Koorlas akan dibubarkan atau dipertahankan?
(Boy)

