Kesehatan

Dinas Kesehatan Purwakarta Evaluasi Pelaksanaan ILP di Puskesmas Bojong

APurwakarta, JERnews – Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Bojong pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana implementasi ILP berjalan serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi di tingkat layanan primer.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (Kabid SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, H. Gigin Sugiono, SKM, MKM. Rombongan Dinas Kesehatan diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Bojong, dr. Sri Rejeki, bersama jajaran staf puskesmas serta perwakilan posyandu dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah kerja Puskesmas Bojong.

Plt Kepala Puskesmas Bojong, dr. Sri Rejeki, menyampaikan bahwa pelaksanaan ILP di Puskesmas Bojong telah berjalan dengan baik sejak tahun 2024. Integrasi layanan primer tersebut telah diterapkan secara menyeluruh di seluruh jaringan pelayanan primer di bawah koordinasi Puskesmas Bojong, yang meliputi 63 posyandu dan 3 Pustu. Ia menjelaskan bahwa setiap posyandu dan Pustu telah mulai menerapkan pendekatan ILP dengan mengintegrasikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif sesuai dengan siklus hidup serta kebutuhan masyarakat setempat. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berkesinambungan.

Lebih lanjut, dr. Sri Rejeki menekankan pentingnya peran lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan ILP. Menurutnya, urusan kesehatan tidak lagi menjadi tanggung jawab Puskesmas semata, melainkan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting dalam memperkuat dukungan terhadap kegiatan posyandu, penguatan peran kader, serta peningkatan akses layanan kesehatan di tingkat komunitas.

Dalam sesi evaluasi, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan ILP di Puskesmas Bojong. Beberapa kendala tersebut antara lain keterbatasan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan, kurangnya ketersediaan alat kesehatan (alkes) dan bahan medis habis pakai (BMHP), serta belum tersedianya lembar bantu kunjungan rumah yang memadai. Selain itu, masih terdapat desa yang belum memiliki bangunan posyandu sendiri sehingga kegiatan posyandu harus dilaksanakan di fasilitas umum. Belum adanya insentif bagi kader posyandu juga menjadi salah satu kendala dalam menjaga motivasi serta keberlanjutan kinerja kader di lapangan.

Dalam arahannya, Kabid SDK Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, H. Gigin Sugiono, SKM, MKM, menyampaikan apresiasi atas komitmen Puskesmas Bojong dalam menerapkan ILP sejak tahun 2024. Ia menegaskan bahwa tujuan utama ILP adalah meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan primer agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan. Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh pegawai Puskesmas Bojong untuk senantiasa menerapkan prinsip pelayanan 5S, yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun, dalam setiap interaksi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan dan citra puskesmas.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi momentum refleksi dan perbaikan berkelanjutan bagi Puskesmas Bojong dalam mengoptimalkan pelaksanaan ILP. Dengan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat, Puskesmas Bojong diharapkan mampu menjadikan ILP sebagai model pelayanan kesehatan primer yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

(Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!