Bos Beye Calon Ketua Kadin Purwakarta, Usung Transformasi dan Ekonomi Inklusif
JERnews – Peta persaingan menuju kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Purwakarta mulai memanas. Salah satu nama yang dipastikan ikut meramaikan bursa adalah R. Priyatna Kusumah, sosok pengusaha yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Gapeknas Purwakarta.
Dikenal dengan sapaan akrab “Bos Beye”, R Priyatna Kusumah datang membawa visi besar: mentransformasi Kadin menjadi organisasi yang tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Dalam pencalonannya, ia menekankan pentingnya modernisasi organisasi serta pembangunan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baginya, Kadin harus kembali pada marwahnya sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi.
“Kadin harus hadir di ruang-ruang strategis. Regulasi yang lahir harus selaras dengan kebutuhan dunia usaha, bukan justru menjadi hambatan,” tegasnya.
Salah satu fokus utama yang diusung adalah menjembatani kesenjangan antara industri besar dan pelaku usaha lokal. Ia mendorong agar perusahaan manufaktur di Purwakarta dapat berkolaborasi dengan pengusaha lokal dan UMKM, khususnya dalam rantai pasok (supply chain).
Tak hanya itu, R Priyatna juga menargetkan penguatan UMKM melalui pendampingan, digitalisasi, serta kemudahan akses permodalan agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Berbekal pengalaman di sektor konstruksi dan organisasi profesi, ia berkomitmen menciptakan iklim usaha yang transparan, sehat, dan kompetitif.
Ia juga ingin mempermudah komunikasi antara investor dan pemangku kepentingan lokal guna meningkatkan daya tarik investasi di Purwakarta.
Sebagai bagian dari langkah modernisasi, ia mengusung digitalisasi database anggota dan layanan Kadin. Langkah ini diyakini dapat mempercepat transformasi industri serta meningkatkan efektivitas organisasi dalam melayani para anggotanya.
R Priyatna Kusumah dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang akomodatif dan kolaboratif. Ia meyakini Kadin harus menjadi “rumah besar” bagi seluruh pelaku usaha—mulai dari pedagang kecil hingga pemilik industri besar.
“Kalau semua bergerak bersama, ekonomi Purwakarta akan tumbuh lebih kuat dan mandiri,” ujarnya.
(Boy)

