E-Purchasing Disorot, Pospera Curiga Ada ‘Main Mata’ di Balik Proyek SDA Miliaran
Purwakarta, JERnews — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Purwakarta melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan anggaran di Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Purwakarta.
Pasalnya, anggaran yang disebut mencapai miliaran rupiah, itu dinilai tidak diiringi dengan mekanisme pengadaan yang transparan dan kompetitif.
Menurut Pospera, dana yang bersumber dari APBD maupun APBN tersebut sejatinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, khususnya para petani melalui pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi.
Namun dalam praktiknya, penentuan penyedia pekerjaan disebut tidak melalui proses tender terbuka.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait akuntabilitas penggunaan anggaran publik.
“Tanpa proses tender, di mana ruang kompetisi harga dan jaminan kualitas pekerjaan? Ini bukan sekadar soal prosedur, tapi menyangkut nasib uang rakyat,” tegas perwakilan Pospera.
Ia menilai, penggunaan sistem E-Purchasing dalam proyek bernilai besar dan bersifat konstruksi justru berpotensi menyalahi prinsip dasar pengadaan. Pasalnya, sistem tersebut umumnya digunakan untuk pengadaan barang atau jasa dengan spesifikasi baku yang tersedia dalam e-katalog.
Sementara itu, proyek konstruksi seperti jaringan irigasi dinilai memiliki kompleksitas tinggi yang seharusnya melalui mekanisme lelang terbuka guna menjamin transparansi, efisiensi, dan kualitas hasil pekerjaan.
“Kalau tetap dipaksakan menggunakan E-Purchasing, patut diduga ada celah untuk menentukan penyedia secara sepihak, meski dibungkus aturan,” ujarnya.
Pospera mengingatkan bahwa besarnya anggaran yang digelontorkan setiap tahun berpotensi menjadi sia-sia apabila tidak dikelola secara akuntabel.
“Betapa riskannya jika anggaran miliaran rupiah ini tidak tepat sasaran. Uang rakyat bisa habis tanpa hasil yang maksimal,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang SDA Dinas PUTR Kabupaten Purwakarta belum memberikan keterangan resmi dan terkesan menghindari konfirmasi dari awak media.
(Boy)

