Puskopontren Jawa Barat Siap berkolaborasi dengan berbagai Pihak
JERnews Bandung – Pusat Koperasi Pondok Pesantren (Puskopontren) Jawa Barat resmi menetapkan jajaran pengurus inti tahun 2026. Dalam penetapan tersebut, Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si dipercaya sebagai Ketua Umum, Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I sebagai Sekretaris Umum, dan H. Peri Risnandar, S.Kom sebagai Bendahara Umum. Penetapan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran koperasi pesantren sebagai pilar ekonomi umat yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.
Sekretaris Umum Puskopontren Jawa Barat, Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I, menegaskan bahwa amanah yang diberikan merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan semangat kolaborasi.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Amanah ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya melalui sinergi, inovasi, dan kolaborasi bersama seluruh koperasi pondok pesantren di Jawa Barat. Kami ingin menghadirkan Puskopontren yang semakin profesional, mampu memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, serta memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat luas,” ujar Dr. H. Amit.
Ia juga menambahkan bahwa Puskopontren akan terus mendorong penguatan tata kelola organisasi, pengembangan usaha koperasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren agar mampu menjawab tantangan ekonomi di masa depan.
Dengan semangat “Sinergi, Inovasi, Kolaborasi, dan Kemaslahatan”, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa Puskopontren Jawa Barat menjadi organisasi yang semakin solid dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis pesantren serta memperluas kontribusi koperasi terhadap kesejahteraan umat dan bangsa.
Selain menetapkan kepengurusan inti, Puskopontren Jawa Barat juga berkomitmen memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, maupun organisasi kemasyarakatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka akses permodalan, meningkatkan kapasitas kelembagaan koperasi pesantren, serta menciptakan peluang usaha yang mampu menopang kemandirian ekonomi di lingkungan pondok pesantren.
Dr. H. Amit juga mengajak seluruh pengurus, anggota koperasi, dan keluarga besar pesantren di Jawa Barat untuk menjadikan momentum penetapan kepengurusan baru sebagai awal penguatan gerakan ekonomi berbasis pesantren. Menurutnya, dengan kebersamaan, komitmen, dan semangat gotong royong, koperasi pesantren tidak hanya akan menjadi penggerak ekonomi umat, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang berdampak positif bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Ia optimistis Puskopontren Jawa Barat akan terus tumbuh menjadi organisasi yang modern, terpercaya, dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
(Boy)

