Cara Hebat Kades Tiga Periode Cetak Generasi Emas di Desa Cijaya
JERnews – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda tidak selalu harus dimulai dari program besar. Di Desa Cijaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, perhatian terhadap pendidikan justru dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan anak-anak desa.
Hal itu ditunjukkan Kepala Desa Cijaya, H. Tri Sutisna, yang secara langsung membimbing dan mendampingi anak-anak Desa Cijaya untuk belajar bahasa Inggris.
Kepala desa yang telah dipercaya masyarakat hingga tiga periode tersebut tidak hanya memberikan dorongan secara moril, tetapi juga turun langsung mendampingi anak-anak dalam proses belajar. Baginya, kemampuan dan wawasan anak-anak desa harus terus dikembangkan agar mereka mampu menghadapi tantangan di masa depan.

Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan lomba pidato bahasa Inggris yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Cijaya dan diikuti anak-anak yang mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris sekaligus melatih keberanian tampil di depan umum.
Bagi H. Tri Sutisna, kegiatan semacam ini bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, anak-anak didorong agar memiliki keberanian, keterampilan berkomunikasi, serta pengalaman positif sejak usia dini.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Generasi Desa Cijaya bisa menjadi generasi emas apabila kita arahkan kepada hal-hal yang positif dan bisa bermanfaat untuk masa depan mereka,” ungkap H. Tri Sutisna.
Ia menegaskan, perhatian terhadap pendidikan anak-anak akan terus dilakukan. Setelah program pembelajaran bahasa Inggris, Pemerintah Desa Cijaya dalam waktu dekat sedang mempersiapkan kegiatan kursus komputer bagi anak-anak dan generasi muda di desa tersebut.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan teknologi kepada generasi muda Cijaya, mengingat kemampuan menggunakan komputer dan teknologi digital semakin penting dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Langkah H. Tri Sutisna tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi emas di desa yang tidak hanya memiliki semangat belajar, tetapi juga mempunyai keterampilan dan kepercayaan diri untuk bersaing di masa depan.
Dengan memberikan ruang belajar, pendampingan, serta kegiatan yang positif, Kepala Desa Cijaya ingin memastikan anak-anaknya tumbuh dengan kesempatan yang lebih luas untuk meraih cita-cita.
Sebab, membangun masa depan desa pada akhirnya bukan hanya tentang membangun jalan dan fasilitas, tetapi juga membangun manusia yang akan mengisi masa depan desa tersebut.
(Boy)

