Purwakarta

8 Bulan Menunggu, Korban Kebakaran Pasar Jum’at Masih Belum Mendapat Kejelasan

Purwakarta, JER – Sudah tiga pekan berlalu sejak audiensi yang digelar DPRD Kabupaten Purwakarta melibatkan pedagang korban kebakaran GS Pasar Juma’ah (Pasjum) dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Namun, situasi masih belum menentu bagi para pedagang. Mereka masih menunggu keputusan final terkait dana kerahiman yang dijanjikan.

Dalam audiensi tersebut, pihak Pemkab Purwakarta diwakili oleh Pj. Sekda, Nina Herlina, menyampaikan bahwa kerahiman akan dialokasikan pada tahun 2026. Namun, pedagang menolak opsi ini karena sudah menunggu selama 7 bulan dan tidak ingin menunggu lagi hingga tahun depan.

Pedagang mengungkapkan kekecewaannya karena proses verifikasi data yang memakan waktu lama. “Kami tidak habis pikir koq selama itu untuk mendata hingga berbulan-bulan,” ujar Ratna, salah satu pedagang.

Anggota Komisi 2 DPRD, Ceceng Abdul Qodir, menyarankan agar Pemkab menggunakan dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Purwakarta untuk membantu para pedagang. “Sudah banyak contoh perusahaan yang menyalurkan CSR-nya bahkan ke luar wilayah kabupaten Purwakarta,” katanya.

Sementara itu, aktivis sosial kemasyarakatan, Ali Novel Magad, menyarankan agar Pemkab menggunakan dana yang terkumpul dari program “Sapoe Sarebu” untuk membantu para pedagang.

Founder Bela Purwakarta, Aa Komara, menegaskan bahwa apa yang menimpa para pedagang merupakan “Tragedi Kemanusiaan” dan meminta atensi dari Pemerintah Pusat untuk mewujudkan visi “Humanisme” yang digelorakan Presiden RI.

(Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!