Jabar

Jadi Kades Tak Membuat H. Tri Sutisna Gengsi Turun ke Kebun dan Urus Ternak

JERnews  — Menjadi kepala desa bukan berarti harus selalu berada di balik meja dan sibuk dengan urusan administrasi pemerintahan. Bagi Kepala Desa Cijaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, H. Tri Sutisna, seorang pemimpin juga harus mampu memberikan contoh nyata kepada masyarakat.

Di sela-sela kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan desa, H. Tri Sutisna masih menyempatkan diri mengurus usaha ternaknya. Salah satunya dengan menanam jukut odot, rumput yang menjadi salah satu sumber pakan untuk sapi ternaknya.

Aktivitas tersebut sekilas terlihat sederhana. Namun, bagi masyarakat, apa yang dilakukan H. Tri Sutisna menjadi gambaran bahwa seorang kepala desa tidak hanya dituntut mampu mengelola pemerintahan, tetapi juga bisa menjadi teladan dalam memanfaatkan waktu dan mengembangkan potensi ekonomi.

Dengan mengenakan pakaian sederhana, H. Tri Sutisna terlihat turun langsung mengurus tanaman pakan ternak miliknya. Ia tidak segan melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan para petani dan peternak.

Menurut H. Tri Sutisna, kegiatan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak sekaligus memanfaatkan lahan yang ada agar lebih produktif.

“Sebagai kepala desa, tentunya tugas utama saya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tetapi di luar tugas itu, saya juga ingin tetap produktif. Kalau ada waktu senggang, saya manfaatkan untuk bertani dan beternak,” ujar H. Tri Sutisna.

Ia mengatakan, menanam jukut odot memiliki manfaat cukup besar bagi peternak karena ketersediaan pakan merupakan salah satu faktor penting dalam keberlangsungan usaha ternak.

“Jukut odot ini untuk kebutuhan pakan sapi. Daripada harus terus membeli pakan, lebih baik kita manfaatkan lahan untuk menanam sendiri. Selain lebih efisien, kita juga bisa belajar bagaimana mengelola usaha ternak secara mandiri,” katanya.

H. Tri Sutisna berharap apa yang dilakukannya bisa menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa lahan dan waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.

Menurutnya, desa memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari pertanian, peternakan hingga berbagai usaha ekonomi masyarakat.

“Saya berharap masyarakat jangan takut untuk memulai. Tidak harus langsung besar. Yang penting ada kemauan, dikerjakan dengan tekun dan konsisten. Kalau potensi yang ada di desa bisa kita manfaatkan bersama, tentu akan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.

Sikap H. Tri Sutisna tersebut menunjukkan bahwa menjadi pemimpin di tingkat desa tidak harus menciptakan jarak dengan masyarakat. Justru dengan turun langsung dan melakukan aktivitas produktif, seorang kepala desa dapat memberikan pesan sederhana bahwa bekerja dan berkarya bisa dilakukan siapa saja.

Di tengah kesibukan mengurus pemerintahan dan pelayanan masyarakat, H. Tri Sutisna memilih tetap menyentuh tanah, menanam rumput dan mengurus ternak.

Sebuah teladan sederhana dari seorang kepala desa: memimpin masyarakat sambil tetap bekerja dan produktif.

(Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email
Telegram
WhatsApp
Tiktok
URL has been copied successfully!